Tim BRMP Papua Kawal Progres Cetak Sawah Rakyat di Papua Pegunungan
Jayawijaya, 27 November 2025 — Tim Balai Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Papua melakukan pengawalan dan monitoring langsung terhadap pelaksanaan kegiatan Cetak Sawah Rakyat (CSR) di Provinsi Papua Pegunungan. Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan kelancaran program cetak sawah seluas 2.000 ha yang tersebar di lima distrik di Kabupaten Jayawijaya, yakni Distrik Wita Waya, Libarek, Kurulu, Piramid, dan Pisugi.
Rabu (26/11), tim melakukan koordinasi dengan Kepala Dinas Pertanian Provinsi Papua Pegunungan yaitu Sem Kepno, S.Sos., M.Si., Samsul dari Tim SID UNIPA, Syarif selaku Plt Kepala Seksi Prasarana dan Sarana Pertanian Provinsi Papua Pegunungan, serta Konsultan Pengawas Kegiatan CSR. Pertemuan ini membahas perkembangan kegiatan CSR di Provinsi Papua Pegunungan serta persiapan monitoring lokasi CSR yang direncanakan pada Kamis (27/11). Dari hasil diskusi, diketahui bahwa desain konstruksi CSR disiapkan seluas 2.102 ha, yaitu tambahan lima persen dari rencana awal 2.000 ha, sebagai langkah antisipasi terhadap potensi pergeseran blok di lapangan.
Kamis (27/11), Tim BRMP Papua meninjau tiga lokasi pelaksanaan CSR, yakni Kampung Tulem di Distrik Wita Waya, Kampung Libarek di Distrik Libarek, dan Kampung Moregame di Distrik Piramid. Monitoring dilakukan bersama perwakilan Tim SID UNIPA dan konsultan proyek CSR Papua Pegunungan. Dari hasil peninjauan, diketahui bahwa pelaksanaan cetak sawah telah berlangsung di beberapa titik, antara lain 8,191 ha di Kampung Tulem, 20,339 ha di Kampung Libarek, 7,620 ha di Kampung Kurulu, serta 16,774 ha di Kampung Moregame Lestari.
Namun, tidak semua lokasi dapat dikerjakan sesuai rencana. Tim menemukan sejumlah hambatan yang menghambat proses pelaksanaan cetak sawah. Kendala tersebut meliputi persoalan sosial seperti kedukaan dan pemalangan lahan, negosiasi ulang dengan masyarakat pemilik lahan, keterbatasan efisiensi waktu kerja pelaksana/operator, kondisi lingkungan, serta ketidaksesuaian beberapa titik lokasi dengan dokumen Survey Investigasi Desain (SID).
Selain melakukan monitoring, Tim BRMP Papua juga bertemu dengan Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya, J. Hendri Tetelepta, SP, M.AP, dalam rangka membahas kesiapan alat dan mesin pertanian (alsintan) yang digunakan dalam mendukung program CSR. Dari pertemuan tersebut, diketahui bahwa alsintan yang diakomodasi mencakup 15 unit traktor roda empat, 19 unit traktor roda dua, 148 unit pompa air, dan 2 unit combine harvester. Tim turut meninjau traktor roda empat yang telah tiba di lokasi, sementara unit alsintan lainnya diharapkan segera menyusul untuk mempercepat proses pengolahan lahan.
Melalui kegiatan ini, Tim BRMP Papua menegaskan komitmennya dalam mengawal program CSR agar berjalan sesuai target. Monitoring lanjutan dan koordinasi intensif dengan masyarakat serta pemangku kepentingan dinilai penting guna mempercepat progres dan memastikan manfaat program dirasakan langsung oleh masyarakat Papua Pegunungan. Program Cetak Sawah Rakyat di Papua Pegunungan diharapkan menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kapasitas produksi pertanian dan membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat setempat.